Analisis mendalam source code SIMAKA S2 mengungkapkan 7 kerentanan keamanan kritis, technical debt yang signifikan, dan code quality score 32/100 (Grade F). Migrasi ke SIMAKA S1 bukan pilihan, tapi keharusan.
Analisis source code menemukan masalah kritis yang mengancam keamanan data mahasiswa dan operasional kampus. Setiap hari menggunakan S2 = risiko bertambah.
Grade F - Failing
SQL Injection, XSS, CSRF
Estimasi effort perbaikan S2
Tidak ada test sama sekali
Perbandingan menunjukkan S2 memiliki masalah struktural fundamental yang tidak bisa diperbaiki dengan mudah
Sistem Legacy - MASALAH KRITIS
SQL Injection Vulnerability
417+ raw SQL queries tanpa sanitasi
Code Quality 32/100 (Grade F)
Fat controllers, no service layer
Technical Debt Tinggi
1,320 jam effort perbaikan (44% debt ratio)
Zero Test Coverage (0%)
Tidak ada unit/integration tests
Sistem Modern - SOLUSI MATANG
Secure by Design
Parameterized queries, proper auth
Code Quality 74/100 (C+)
Service layer, modular architecture
Microservices Scalable
3 apps + 4 API, deploy independen
Modern Tech Stack
React 17, SPA, fast navigation
7 kerentanan kritis ditemukan dari analisis source code yang mengancam keamanan data dan operasional
417+ raw SQL queries dengan string concatenation langsung dari user input. Vulnerability terdeteksi di 17+ controllers. CVSS Score: 9.8/10 (Critical).
Fat controllers (782 lines), no service layer, 156+ code duplications, cyclomatic complexity 12.4 (high). Maintainability Index di bawah standar industri.
0% test coverage (unit, integration, E2E). Setiap perubahan kode = potensi regression bugs. Manual testing wajib untuk semua changes.
Akses analisis detail dan dokumentasi teknis
SIMAKA S2 tidak dapat diperbaiki dengan cost-effective. Effort perbaikan (1,320 jam) lebih besar dari effort migrasi. Setiap hari delay = risiko security breach meningkat.
Timeline: 6-10 bulan dengan pendekatan migrasi bertahap
ROI positif dalam 12 bulan pertama setelah migrasi